Biografi Dra. Elin Yuliani, M.Pd
"Dra. Elin Yuliani, M.Pd. atau biasa disapa Bu Elin, merupakan sosok perempuan yang berperan sebagai Kepala SMA Negeri 7 Tasikmalaya sejak tahun ajaran 2020/2021."Beliau lahir di Kota Tasikmalaya, 1 Juli 1967; bertepatan dengan Hari Bhayangkara. Selain bertugas sebagai kepala sekolah, Bu Elin yang beralamat rumah di Jalan Pamijahan Sukarindik No. 19, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya ini, memiliki pengalaman profesi yang beragam. Di antaranya, beliau pernah lebih dari sepuluh tahun mengajar di Bimbingan Belajar An-Nahl, menjadi guru bina di SMA Al-Muttaqin selama hampir lima belas tahun, bahkan menjadi seorang dosen di LP3I. Namun, beliau memilih melepas ketiga profesi tersebut, agar dapat lebih fokus mengemban tugas barunya sebagai seorang kepala sekolah yang pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang cukup berat.
Adapun, riwayat pendidikan beliau sejak belia yakni SD Galunggung 1, SMP Negeri 1 Tasikmalaya, dan SMA Negeri 2 Tasikmalaya. Berlanjut ke jenjang berikutnya, beliau menempuh pendidikan S1 di IKIP Bandung, serta S2 di Universitas Galuh, sehingga Bu Elin dapat menyandang gelar Magister atau Master Pendidikan saat ini.
Bu Elin merupakan putri dari pasangan Bapak H. Nanang Sudarna—sebagai pensiunan Kepala SMA Negeri 5 Tasikmalaya, dan Ibu Hj. Nining Suryaningsih—sebagai pensiunan guru SMA PUI. Adapun suami beliau bernama Beni Saebani dan dikaruniai tiga anak. Di antaranya putra sulung beliau, yakni Alfian Rahman yang berkuliah S1 di Petronas Malaysia dengan beasiswa, lalu bekerja sebagai konsultan IT di perusahaan Google Malaysia, kemudian resign sebab melanjutkan program S2 di University New South Wales Sidney, Australia, dengan beasiswa penuh dari LPDP. Sedangkan putri kedua beliau, sarjana di UNPAD jurusan Dokter Gigi dengan predikat cum laude, dan sekarang bekerja di TMC, Kimia Farma dekat UNSIL, dan di Prasetya Bunda. Suami putrinya pun sedang melaksanankan studi spesialis bedah mulut di UNPAD. Untuk putra bungsu beliau, kelas tiga di SMA Negeri 2 Tasikmalaya mengambil jurusan MIPA.
Hobi yang beliau tekuni sejak kecil ialah membaca juga berolahraga yakni bola voli dan tenis meja. Bahkan, dari hobi berolahraganya, beliau berhasil mencetak prestasi Juara 3 PORPEMDA Jabar, juga dinobatkan sebagai Atlet Tenis Meja Terbaik se-Kota Tasikmalaya. Uniknya, cita-cita beliau sewaktu kecil bukanlah menjadi seorang guru, namun berkuliah di UNPAD dengan jurusan yang lebih banyak mengarah praktik ke lapangan. Beliau yang merupakan lulusan IPS sewaktu SMA pun berminat pada hal-hal seputar manajemen, dan bahkan saat kecil beliau pernah memiliki cita-cita bekerja di bank. Akan tetapi, jalan takdir membawa beliau lulus jalur PMDK (undangan atau SNMPTN) jurusan Sejarah, Keguruan, di IKIP Bandung, sehingga berprofesi sebagai guru sejarah sampai sosok kepala sekolah saat ini.
Pengalaman berorganisasi Bu Elin pun tak sedikit, salah satunya, beliau pernah berperan sebagai Ketua MGMP Sejarah di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Beliau juga berpengalaman menjadi pembina beberapa ekstrakulikuler di SMA Negeri 2 Tasikmalaya seperti Pramuka, PMR, dan Volley Ball. Pengalaman paling berharga bagi Bu Elin utamanya menjadi seorang ibu terbaik di keluarganya. Prestasi tertinggi sekaligus hal yang paling tak terlupakan oleh Bu Elin yakni ketika menjadi guru di SMA Negeri 2 Tasikmalaya, beliau mengikuti Guru Prestasi dan meraih juara kota tahun 2009, sehingga menjadi perwakilan GUPRES tingkat provinsi. Beliau pun menjadi juara 2 Kepala Prestasi Tingkat Kota SKCD. Kemudian proses beliau untuk lulus menjadi kepala sekolah pun tidak mudah. Beliau beserta rekan-rekannya diseleksi oleh Tim P4 P2S di Solo. Dari penyeleksian berskala nasional ini, Bu Elin mampu lulus tes berkas, wawancara, hingga magang dengan nilai terbaik, sehingga beliau mendapatkan NUKS (Nilai Unik Kepala Sekolah) yang dibuat khusus bagi mereka yang mengikuti seleksi dan diakui lolos secara nasional.
Pak Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia dengan terobosan briliannya, dipilih Bu Elin sebagai sosok inspirator. Sifat-sifat yang menginspirasi dari sosok ini antara lain jenius, religius, serta tak suka berbasa-basi namun disesuaikan dengan realita saat berpidato.
Menyukai makanan tradisional dan khas anak muda kecuali olahan udang, Bu Elin mempunyai moto hidup yang mengagumkan yaitu, “Senantiasa berjuang dan menjaga kesehatan, sebab banyak yang harus dipertanggungjawabkan, tak hanya kepada Allah Swt., namun juga pengabdian pada bangsa Indonesia”.
Beliau berharap semoga SMA Negeri 7 Tasikmalaya sebagai tempat yang menjadi tanggung jawab beliau kini, dapat menjadi sekolah yang meningkat prestasinya baik akademik maupun non-akademik. Begitu pun dengan personalnya, tak hanya siswa, namun juga guru beserta staf tata usaha yang semakin kompak serta mampu memperluas pengembangan diri. Bu Elin pun ingin menjadikan SMA Negeri 7 Tasikmalaya lebih berkompeten dan tidak hanya terkenal dengan ikon olahraga bola voli, tetapi dapat pula mengibarkan kemampuan di ranah OSN, O2SN, FLS2N juga prestasi lainnya, sehingga dapat memajukan sekolah bersama-sama.

Komentar
Posting Komentar