CERPEN-KARYA TULIS SMAN 7 TASIKMALAYA
Masalah sebelum festival merdeka
Ketika 4 hari sebelum hari kemerdekaan,
seorang remaja bernama Radit tengah siap-siap pergi ke sekolah menuju ruang klub
jurnalis karena diminta oleh ketua klub bernama Lina seorang gadis pintar dan dingin.
karena sikapnya yg lumayan sadis, aku berlari menuju sekolah.
Setibanya disekolah, menuju ruang klub
aku disambut oleh teman klub bernama Dika,“hey
dit, Menurut masalah apa yang akan dihadapi oleh klub ini ?.”
“Kemungkinan permintaan ketua OSIS lagi
untuk menulis kegiatan menarik saat perayaan kemerdekaan nanti.”aku jawab
dengan pendapat ku
“seperti itu ya, aku harap ada kegiatan yang
lebih menarik daripada menuliskan kegiatan itu” Dika menjawab dengan sebuah harapan.
“aku
lebih mengharapkan hari ini bisa pulang lebih cepat.”harapan ku yg berbeda
dengan dika.
“itu benar benar dirimu.” dika menjawab nya
dengan sedikit senyum
Setiba di ruang klub. “akhirnya kalian datang,
cepat kita ke ruang OSIS, kita sudah ditunggu oleh ketua.”lina menyuruh kami
semua ke ruang OSIS
“mengapa kita harus keruang OSIS ?” aku bertanya
kepada Lina, tapi Lina menjawab “kalau aku bilang kita akan bertemu ketua OSIS
kamu tidak bakalan datang meskipun diberi hadiah.”
“hahaha... trik bagus yg membuat Radit keluar
dari kandang nya.”dika malah menertawakanku
Kami pun berjalan ke ruang OSIS
Sesampainya di ruang OSIS, ada seorang guru
BP yg ada di sana dengan ketua OSIS
“mengapa
ada ibu guru disini, kupikir kita hanya bertemu dengan anda saja ketua OSIS?”
Lina bertanya kepada ketua OSIS karena serasa dibohongi.
Ketua
OSIS pun menjawab”kalau aku mengatakan kita akan bertemu guru BP kau pasti
tidak akan datang, meskipun kuberikan hadiah.”
“ckcks haha... Trik bagus untuk menarik sang
ratu keluar dari istana..... Aduh” aku menahan tawa dan berusaha mengejek Lina
malah diinjak secara diam diam oleh Lina.
“ckckwks..”Dika,dan Sasa juga menahan tawa
“baiklah
ada keperluan apa dengan kami?”lina dengan tegas bertanya kepada kedua nya
“ada
sebuah kasus yang terjadi dan ibu ingin kalian menyelesaikannya dan jangan lupa
untuk menulis nya.”ibu guru pun menjawab dengan serius
“kami
klub jurnalis bukan klub detektif,memangnya ada kasus apa dan mengapa harus
klub jurnalis yang menyelesaikannya ?”lina bertanya kembali ke pada ibu guru
“ada
peralatan untuk perayaan kemerdekaan maupun alat untuk perlombaan yang menghilang,
meskipun para panitia masih bisa membeli lagi. Tapi ada hal yang aneh mengapa
mereka meninggalkan pesan yg berbeda dan ini salah satunya “aku akan membawa
ini, nanti aku akan mengembalikanya. Kuuji.
”dan ini terjadi selama 2 tahun terakhir, ibu ingin kalian mencari tahu motif
sang pelaku.”ibu guru menanggapi nya dengan serius
“begitulah
permintaan kali ini untuk kalian kali ini,semoga berhasil.”ketua OSIS
“baiklah
kami akan berusaha menyelesaikan nya”Lina menjawabnya dengan sedikit kesal. Anggota
klub jurnalis pun keluar kembali lagi ke ruangan klub jurnalis.
Diruangan
kami berdiskusi, mencari tahu motif si pelakunya.kami pun sepakat untuk mencari
petunjuk nya sendiri.
Aku lebih memilih untuk mencari nya di
internet terlebih dahulu agar bisa pulang lebih awal. Sesampainya di rumah aku
menyeduh teh serta menyediakan air hangat untuk berendam didalam bak, Karena kamar
mandi merupakan salah satu tempat terbaik untuk menenangkan pikiran serta
memunculkan ide ide serta pendapat.Setelah berendam Aku langsung mencari semua
artikel yang terkait dengan Kegiatan 2 tahun yang lalu baik yg besar atau
kecil. Seharian aku browsing aku menemukan peristiwa yg membuat ku tertarik,yaitu
pada bulan mei tahun 2010, 5 orang siswa berhasil membuat manga dengan judul “siang
kembali pada malam”dengan penjualan lebih dari 5 000 buku.sekilas aku langsung
mencari buku tersebut.setelah mendapatkan nya aku langsung membacanya,pada
bagian akhir ada ungkapan terima kasih,dalam bagian akhir buku tersebut tertulis”bagaimana
pendapat kalian tentang buku ini,saya harap anda menyukai kisah yang kami tulis,
meskipun terdengar seperti membanggakan diri namun kami merasa manga yang kami
buat cukup baik. Walaupun ini manga pertama yang kami Buat ini tidak terlalu
buruk namun kami tidak boleh membanggakan diri. Sejujurnya kami tidak ingin Hasil
karya ini Berakhir Hanya dengan ini,
Karenanya kami akan memulai proyek selama 2 tahun kedepan. Kami memutuskan membuat
manga dengan genre berbeda yaitu cerita misteri
yang akan kami buat sendiri” aku cukup membacanya sampai disini karena sudah
terlalu malam.Setelah membaca nya aku langsung mengumpulkan data, membuat
pertanyaan, serta kesimpulan.
Satu hari sebelum hari perayaan
kemerdekaan,kami diminta datang ke ruang OSIS lagi untuk bertukar pikiran serta
mencocokkan pendapat yang ada. yang menyampaikan pendapat pertama ialah Dika,
tetapi Dika tidak memberikan kesimpulan melainkan hanya menyebutkan barang yang
dicuri dari 3 kejadian di 2 tahun yg lalu saat festival penyambutan mahasiswa
yang magang di sekolah selama 3 bulan, lalu peristiwa tahun lalu saat festival ulang
tahun sekolah, dan tahun ini festival perayaan kemerdekaan. barang yg dihilang
hanyalah baju, tongkat, lilin, gelas kemasan, serta spidol, dan barang lainnya
yang kurang berharga. Setelah Dika selesai, Sasa langsung menyampaikan pendapat
nya ia mengatakan kalau kasus ini dengan tahun lalu sedikit berbeda karena waktu
pengambilan barang nya juga berbeda tiap tahunnya karena berbeda maka orang
yang mengambil nya pun berbeda beda kemungkinan motif pelaku hanya membuat acaranya
menjadi sedikit menegang kan. Setelah Sasa selesai, lina langsung menyampaikan
pendapat nya ia mengatakan pendapat yang Sedikit mirip dengan sasa, Lina setuju
dengan sasa tentang orang yang berbeda setiap tahunnya. Lina merasa motif
pelaku adalah membuat suatu acara menjadi sedikit menegangkan dan membuat
seakan akan ada misteri dibalik Festival tersebut dia melakukan itu karena
diminta oleh seseorang baik dari pihak dalam maupun luar. Karena barang yg
diambil pelaku selalu kembali berselang beberapa hari dari Hari festival.
Selanjutnya aku menyampaikan pendapat ku tentang motif pelaku.
Aku merasa ini ada kaitannya dengan
sebuah manga yang terbit 2 tahun oleh siswa disekolah ini dengan judul “siang
kembali pada malam”, jika kalian membaca halaman akhirnya mereka mengatakan “kami
akan memulai proyek selama 2 tahun kedepan. Kami memutuskan membuat manga
dengan genre berbeda yaitu cerita
misteri yang akan kami buat sendiri.” Kalimat ini menyatakan mereka akan
membuat manga dengan kisah yang mereka buat. Dalam pembuatannya manga ini melibatkan
siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, jika peristiwa ini sudah pernah dilakukan
berturut-turut selama 2 tahun.jika tahun lalu adalah sekarang dan 2 tahun yang
lalu adalah masa lalu maka tahun ini adalah peristiwa masa depan, yg berarti
sudah direncanakan secara sistematis oleh pelaku.jika kegiatan ini dilakukan
secara kelompok, maka 2 tahun yang lalu berarti siswa kelas 3 serta siswa kelas
2 dan 1 masih ada,dan 1 tahun yang lalu adalah siswa kelas 1 menjadi murid
kelas 2 dan siswa siswa kelas 2 menjadi kelas 3 sedangkan siswa kelas 3 sudah
lulu,jika hanya 1 orang perwakilan dari masing masing angkatan maka ada 3 orang
yg berperan dalam hal ini.ada kemungkinan mereka akan mengakhirinya tahun ini. besar
kemungkinan pelakunya adalah siswa kelas 1 di 2 tahun yang lalu yg kini menjadi
murid kelas 3.sedangkan banyaknya siswa kelas 3 anggota OSIS lebih sedikit
daripada panitia acara kemerdekaan, aku merasa pelaku nya adalah anggota
panitia acara karena bisa membuka ruangan yg berarti orang tersebut memiliki
kunci. Dan motif mereka adalah membuat cerita nyata yang akan diadaptasi menjadi
proyek manga selanjutnya.
Semua yang berada di ruangan OSIS
terkejut mendengar pendapatku “tak dapat dipercaya, teori nya sangat masuk akal.”
sasa melihat ku dengan sedikit kesal tapi Lina terkagum mendengar pendapatku.
“Tapi siapa orang tersebut ?” ibu guru menanyakan pelakunya
“sebenarnya aku juga tidak tahu, kemungkinan
dia adalah salah satu anggota panitia yang mengurus barang, tapi aku tidak
ingin menuduh mereka tanpa bukti nyata kalau mereka pelakunya. Tapi bukannya
ibu hanya ingin mengetahui motif dari pelaku, bukanya itu sudah cukup.” Aku lebih
memilih untuk selesai disini tanpa mencari tahu lebih dalam lagi. Ibu guru pun
menyetujui jawabanku.
Akhirnya festival perayaan kemerdekaan
dimulai, semua barang hilang pun sudah diganti dengan yang baru. Festival
berlangsung dengan baik semua acara satu persatu terselesaikan tanpa ada
masalah. Diakhir festival ada surat dari pelaku”selamat merdeka. Kuuji.” Berselang beberapa hari barang yg
diambil kembali dengan surat dari pelaku”terima kasih, kini semuanya sudah
beres. Kuuji.”
Setelah beberapa bulan tepatnya bulan November
sebuah manga terbit dengan judul “merebut sebuah kemerdekaan”. Aku langsung
membelinya dan membacanya. Tidak kusangka mereka membuatnya dari kisah yg
mereka buat sendiri. Di bagian akhir cerita mereka menuliskan ”kami semua
berterima kasih kepada kalian semua yang membuat kisah ini menjadi menarik,
kuharap kalian memaafkan perbuatan kami.” Dan berita dalam internet mengatakan
manga yang mereka buat habis terjual 10.000 lebih.
Nama:
Mohammad Farhan 17 Agustus 2021

Komentar
Posting Komentar