CERPEN 17 AGUSTUD TIDA - KARYA TULIS SMAN 7 TASIKMALAYA
17 Agustus Tiba!
Aku bernama Irfan, aku bersekolah di SD Pertiwi kemarin
bapak guru Budi telah mengumumkan bahwa siswa kelas 5 dan kelas 6 harus
mengikuti upacara di lapangan Desa.
Hari ini pukul setengah lima pagi aku sudah bangun lalu
mandi dan mempersiapkan segalanya. Ketika aku mulai menyetrika baju tak sengaja
saku bajuku kemasukan setrika karena terlalu cepat hingga membuat saku baju
robek.
Aku mulai bingung karena ini adalah seragamku satu satunya
yang masih layak. Aku berpikir sejenak benda apa yang bisa menolongku sekarang.
Agar saku baju ini bisa menempel kembali.
Aku tak ingin memberi tahu ibu. Aku tau ibu begitu sibuk
dengan cetakan tempe-tempenya. Dan bahan membuat tempe sedang melambung tinggi
kadang upah dari membuat tempe yang tak seberapa hanya cukup untuk kami makan.
Tak ada niatan aku untuk ingin mengganti seragam. Namun kini
karena kecerobohanku saku bajunya terkoyak aku tidak tinggal diam karena ini
sudah jam 6 pagi aku tak akan sempat untuk menjahitnya maka aku menggunakan
double tip dari tempat pensilku.
Akhirnya benda itu dapat menolongku untuk sementara aku bisa
ikut upacara bendera untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Hanya ini yang bisa
aku lakukan ikut memeriahkan meski arti sebuah merdeka dari keluargaku yang
lepas dari kemiskinan belum juga usai.
Kami masih terjajah dengan harga-harga yang melambung
tinggi, kami masih terjajah dengan sulitnya mencari pekerjaan kami masih
terjajah dengan kata kemiskinan.

Komentar
Posting Komentar